Tanda-tanda Kehamilan

Tanda-Tanda Kehamilan

Setelah pemeriksaan selesai dan selanjutnya menetukan diagnosa. Akan tetapi pada pemeriksaan kehamilan bidan tidak cukup membuat atau menentukan diagnosa kehamilan saja, tetapi harus dapat menjawab pertanyaan seperti apakah klien hamil atau tidak, dsb. Untuk menjawab pertanyaan tersebut bidan harus mencari tanda-tanda kehamilan bik secara seubjektif maupun objektif.

Tanda-tanda kehamilan dibagi menjadi 4 yaitu:

a.       Tanda Pasti (positif sign)

Tanda pasti adalah tanda yang menunjukan langsung keberadaan janin, yang dapat dilihat langsung oleh pemeriksa.

Tanda pasti kehamiln terdiri atas hal-hal di bawah ini :

1.         Gerakan janin dalam rahim

Gerakan janin ini harus dapat teraba jelas oleh pemeriksa. gerakan janin baru dapat dirasakan setelah kandungan berusia 20 minggu.

2.         Denyut jantung janin

Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunakan menggunakan alat fetal electrocardiograf( misalnya dopler). dengan stetoskop Laenec, DJJ baru dapat didegar pada usia kehamilan 18-20 minggu.

3.         Bagian-bagian janin

Bagian-bagian janin yaitu bagian besar janin ( kepala dan bokong ) serta bagian kecil janin (lengan dan kaki) dapat diraba dengan jelas pada usia yang lebih tua (trimester terakhir). Bagian janin ini dapat dilihat lebih sempurna lagi menggunakan USG.

4.         Kerangka janin

Kerangka janin dapat di lihat dengan foto rontgen atau USG.

b.      Tanda Tidak Pasti (Presumptive Sign)

Tanda tidak pasti adalah perubahan-perubahan fisiologis yang dapat dikenali dari pengakuan atau dirasakan oleh wanita hamil.

Tanda tidak pasti terdiri dari atas hal-hal berikut ini :

1.      Amenore (berhentinya menstruasi)

Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadinya folikel de graaf dan ovulasi sehingga menstruasi tidak terjadi. Lamanya amenore dapat digunakan untuk memperkirakan usia kehamilan dan taksiran persalinan. Tetapi amenore juga dapat disebabkan oleh penyakit kronik tertentu, tumor pituitary, perubahan dan faktor lingkungan, malnutrisi,dan biasanya terjadi gangguan emosional seperti ketakutan akan kehamilan.

2.      Mual (nausea) dan muntah (emesis)

Pengaruh estrogen dan progesteron terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama pada pagi yang disebut morning sickness. Dalam hal ini masih fisiologis, tetapi bila terlampau sering dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut hiperemesis gravidarum.

ada banyak tindakan untuk meredakan mrning sickness, satu atau semua, kombinasi berbagai tindakan , atau malah tak satupun diantaranya, dapat merupakan cara yang efektif bagi individu tertentu.etode ini diberi sebagian besar wanita rasa nyaman dan lega setelah mencoba sesuatu untuk meringankan masalahnya , saran yang dapat diberikan adalah :

1)   makan porsi kecil, sering bahkan tipa dua jam sekali karena hal ini lebih mudah di pertahankan disbanding makan dengan porsi besar tiga kali sekali.

2)   makan biscuit atu roti kering setipa pagi sebelum beranjak dari tempat tidur pada pagi hari

3)   jangan langsung menyikat gigi anda setelah makan , karena hal itu dapat merangsang efek mual.

4)   minumlah minuman yang mengandung karbonat ,khususnya gingerale

5)   batasi lemak dalam diet anda

6)   hindari makanan yang beraroma kuat

7)   hal yang harus diingat bahwa nausea akan terjadi pada trimester 2

8)   istirahat

3.      Ngidam (menginginkan makanan tertentu)

Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut ngidam. Ngidam sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan dan akan menghilang dengan makin tuanya kehamilan.

4.      Syncope (pingsan)

Terjadi gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan saraf pusat dan menimbulkan syncope atau pingsan. Hal in sering terjadi terutama jika berada pada tempat yang ramai biasanya akan hilang setelah 16 minggu.

5.      Kelelahan

Sering terjadi pada trimester pertama, akibat dari penurunan kecepatan basal metabolisme (basal metabolism rate-BMR) pada  kehamilan, yang akan meningkat seiring pertambahan usia pada kehamilan akibat aktivitas metabolisme hasil konsepsi.

6.      Payudara tegang

Estrogen meningkatkan perkembangan sistem duktus pada payudara, sedangkan progesteron menstimulasi perkembangan sistem alveolar payudara. Bersama somatomamotropin, hormon-hormon ini menimbulkan pembesran payudara, menimbulkan perasan tegang dan nyeri selama dua bulan pertama kehamilan, pelebaran puting susu, serta pengeluaran kolostrum.

7.      Sering miksi

Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi. Frekuensi miksi yng sering terjadi pada trimester pertama akibat desakan uterus terhadap kandung kemih. Pada trimester kedua umumnya keluhan ini berkurang karena uterus yang membesar keluar dari rongga  panggul. Pada akhir trimester, gejala bisa timbul kembali karena janin mulai masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kemih.

8.      Konstipasi atau obstipasi

Pengaruh progesteron dapat menghambat peristaltik usus (tonus otot menurun) sehingga kesulitan untuk BAB.

9.      Pigmentasi kulit

Pigmentasi terjadi pada usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Terjadi akibat pengaruh hormon kortikosteroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit.

Pigmentasi ini meliputi tempat-tempat berikut.

1)      Sekitar pipi: cloasma gravidarum (penghitaman pada daerah dahi, hidung, pipi dan leher)

2)      Sekitar lehe: tampak lebih hitam

3)      Dinding perut: striae lividael gravidarum (terdapat pada seseorang primigravida, warnanya membiru), striae nigra, linea alba menjadi lebih hitam (linea griseal nigra).

4)      Sekitar payudara: hiperpigmentasi areola mamae sehingga terbentuk areola sekunder. Pigmentasi aerola ini berbeda pada tiap wnita, ada yang merah muda pada wanita kulit putih, coklat tua pada wanita kulit coklat, dan pembuluh darah manifes sekitar payudara.

5)      Sekitar pantat dan paha atas: terdapat striae akibat pembesaran bagaian tersebut.

10.  Epulis

Hipertropi papilla ginggivae/gusi, sering terjadi pada trimester pertama.

11.  Varises atau penampakan pembuluh darah vena

Pengaruh estrogen dan progesteron menyebabkan pelebaran pembuluh darah terutama bagi wanita yang mempunyai bakat. Varises dapat terjadi di sekitar genitalia eksterna, kaki dan betis serta payudara. Penampakan pembuluh darah ini dapat hilang setelah persalinan.

c.       Tanda Mungkin (Probability Sign)

Tanda kemungkinan adalah perunahan-perubahan fisiologis yang dapat diketahui oleh pemeriksa dengan melakukan pemeriksaan fisik kepada wanita hamil.

Tanda kemungkinan ini terdiri atas hal-hal berikut ini.

1.          Pembesaran Perut

Terjadi akibat pembesaran uterus. Hal ini terjadi pada bulan keempat kehamilan. peningkatan hormone estrogen dan progesterone pada awal kehamilan menyebabkan hipertropi miometrium. hipertropi tersebut dibarengi dengan peningkatan yang nyata dari jaringan elastin dan akumulasi dari jaringan fibrosa, sehingga jaringan fibrosa struktur dinding uterus menjadi lebih kuat terhadap regangan dan distensi. hipertropi miometrium juga diertai dengan peningkatan vaskularisasi dan pembuluh limfatik. Peningkatan vaskularisasi, kongesti, dan edema jaringan dinding uterus dan hipertrofi kelenjar serviks menyebakan berbagai perubahan yang dikenali sebagai tanda Chadwick, goodell, dan hegar.

2.          Tanda Hegar

Tanda hegar adalah perlunakan dan dapat ditekannya isthmus uteri serta. Caranya dengan meletekkan 2 jari dalam fornix posterior dan tangan satunya pada dinding perut diatas simpisis, maka isthmus ini akan teraba seolah-oleah corpus uteri sama sekali terpisah dari serviks.

Perlunakan dan kompresibilitas serviks menyebabkan berkuranya kemampuan bgian ini untuk menahan beban yang disebabkan oleh pembesaran uterus dan sebagai kompensasinya uterus terjatuh kedepan (hiper antefleksio) dalam tiga bulan pertama kehamilan (uterus masih sebagai organ pelvik). Dengan posisi tersebut diatas, akan terjadi dorongan mekanik fundus uteri ke kandung kemih sehingga timbul gejala sering berkemih selama periode trimester pertama. Gejala ini akan berkurang setelah usia kehamilan memasuki trimester kedua dimana uterus semakin memebesar dan dan keluar dari rongga pelvic sehingga tidak lagi terjadi dorongan fundus pada kandung kemih.

3.          Tanda Goodel

Tanda goodel adalah pelunakan waktu serviks. Pada wanita yang tidak hamil serviks seperti ujung hidung sedangkan pada wanita hamil melunak seperti bibir.

4.          Tanda Chadwicks

Perubahan warna menjadi keunguan pada vulva dan mukosa vagina termasuk juga porsio dan serviks.

5.          Tanda Piscaseck

Merupakan pembesaran uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum berimplantasi pada daerah dekat dengan kornu sehingga daerah tersebut berkembang terlebih dahulu

6.          Kontraksi Braxton Hicks

Merupakan peregangan sel-sel otot uterus, akibat meningkatnya actomysin di dalam otot uterus. Kontraksi ini tidak beritmik, sporadis, tidak nyeri, biasanya timbul pada kehamilan delapan minggu, tetapi baru dapat diamati dari pemeriksaan abdominal pada trimester ketiga. Kontraksi ini akan terus meningkat frekuensinya, lamanya, dan kekuatannya sampai mendekati persalinan.

7.          Teraba Ballotement

Ketukan yang mendadak pada uterus menyebabkan janin bergerak dalam cairan ketuban yang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa. Hal ini harus ada pada pemeriksaan kehamilan karena perabaan bagian seperti bentuk janin saja tidak cukup karena dapat saja merupakan myoma uteri.

8.          Pemeriksaan tes biologi kehamilan (planotest) positif

Pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya Human Chorionic Gonadotropin (hCG) yang diproduksi oleh sinsiotropoblastik sel selama kehamilan. Hormon ini diekskresi pada urin ibu. Hormon ini dapat mulai dideteksi pada 36 hari setelah konsepsi dan meningkat dengan cepat pada hari 30-60 usia gestasi, kemudian menurun pada hari ke 100-130.

Sumber:

Hani, Umi dkk. 2010. Asuhan Kebidanan pada Kehamilan Fisiologis .Jakarta:Salemba Medika

Prawirohadjo, Sarwono. 2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta:P.T. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Bagian Obststetri dan Ginekologi Kedokteran Universitas Padjajaran.1983.Obstetri Fisiologi. Bandung: Eleman.

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s