Penanganan Syok pada Kehamilan

PENANGANAN

Prinip Dasar Penanganan Syok

  1. Tujuan utama pengobatan syok adalah melaku kan penanganan awal dan khusus untuk:
  • Menstabilkan kondisi pasien
  • Memperbaiki volume cairan sirkulasi darah
  • Mengefisiensikan system sirkulasi darah
  1. Setelah pasien stabil tentukkan penyebab syok

Penangana Awal

  1. Mintalah bantuan. Segera mobilisasi seluruh tenaga yang ada dan siapkan fasilitas tindakan gawat darurat
  2. Lakukan pemeriksaan secara cepat keadaan umum ibu dan harus dipastikan bahwa jalan napas bebas.
  3. Pantau tanda-tanda vital (nadi, tekanan darah, pernapasan dan suhu tubuh)
  4. Baringkan ibu tersebut dalam posisi miring untuk meminimalkan risiko terjadinya aspirasi jika ia muntah dan untuk memeastikan jalan napasnya terbuka.
  5. Jagalah ibu tersebut tetap hangat tetapi jangan terlalu panas karena hal ini akan menambah sirkulasi perifernya dan mengurangi aliran darah ke organ vitalnya.
  6. Naikan kaki untuk menambah jumlah darah yang kembali ke jantung (jika memungkinkan tinggikan tempat tidur pada bagian kaki)

Penanganan Khusus

  1. Mulailah infus intra vena (2 jika memungkinkan dengan menggunakan kanula atau jarum terbesar (no. 6 ukuran terbesar yang tersedia). Darah diambil sebelum pemberian cairan infus untuk pemeriksaan golongan darah dan uji kecocockan (cross match), pemeriksaan hemoglobin, dan hematokrit. Jika memungkinkan pemeriksaan darah lengkap termasuk trombosit, ureum, kreatinin, pH darah dan elektrolit, faal hemostasis, dan uji pembekuan.
  • Segera berikan cairan infus (garam fisiologk atau Ringer laktat) awalnya dengan kecepatan 1 liter dalam 15-20 menit

Catatan: Hindari penggunaan pengganti plasma (seperti dekstran). Belum terdapat bukti bahwa pengganti plasma lebih baik jika dibandingkan dengan garam fisiologik pada resusitasi ib yag mengalami syok dan dekstran dalam jumlah banyak dapat berbahaya.

  • Berikan paling sedikit 2 Liter cairan ini pada 1 jam pertama. Jumlah ini melebihi cairan yang dibutuhkan untuk mengganti kehilangan cairan yang sedang berjalan
  • Setelah kehilangan cairan dikoreksi, pemberian cairan infuse dipertahankan dalam kecepatan 1 liter per 6-8 jam
  • Catatan: Infus dengan kecepatan yang lebih tinggi mungkin dibutuhkan dalam penatalaksanaan syok akibat perdarahan. Usahakan untuk mengganti 2-3 kali lipat jumlah cairan yang diperkirakan hilang.
  1. Jika vena perifer tidak dapat dikanulasi, lekukakan venous cut-down
  2. Pantau terus tanda-tanda vital (setiap 15 menit) dan darah yang hilang. Apabila kondisi pasien membaik, hati-hati agar tidak berlebihan memberikan cairan. Napas pendek dan pipi yang bengkak merupakan kemungkinan tanda kelebihan pemberian cairan.
  3. Lakukan kateterisasi kandung kemih dan pantau cairan yang masuk dan jumlah urin yang keluar. Produksi urin harus diukur dan dicatat.
  4. Berikan oksigen dengan kecepatan 6-8 liter per menit dengan sungkup atau kanula hidung.

PEENTUAN DAN PENANGANAN PENYEBAB SYOK

Tentukan penyebab syok setelah ibu tersebut stabil keadaannya

Syok Perdarahan

Jika perdarahan hebat dicurigai sebagai penyebab syok:

  1. Ambil langkah-langkah secara berurutan untuk menghentikan perdarahan (seperti oksitosin, masasse uterus, kompresi bimanual, kompresi aorta, persiapan untuk tindakan pembedahan).
  2. Transfusi sesegera mungkin untuk mengganti kehilangan darah. Pada kasus syok karena perdarahan, transfusi dubutuhkan jika Hb <8 g%. Biasanya darah yang diberikan ialah darah segar yang baru diambil dari donor darah.
  3. Tentukan penyebab perdarahan dan tata laksana:
  • Jika perdarahan terjadi pada 22 minggu pertama kehamilan, curigai abortus, kehamilan ektopik atau mola
  • Jika perdarahan terjadi setelah 22 minggu atau pada saat persalinan tetapi sebelum melahirkan, curigai plasenta previa, solusio plasenta atau robekan dinding uterus (rupture uteri).
  • Jika perdarahan terjadi setelah melahirkan, curigai robekan dinding uterus, atonia uteri, robekan jalan lahir, plasenta tertinggal.
  1. Nilai ulang keadaan ibu: dalam waktu 20-30 mnit setelah pemberian cairan, nilai ulang keadaan ibu tersebut untuk melihat tanda-tanda perbaikan.
  2. Tanda-tanda bahwa kondisi pasien sudah stbil atau ada perbaikan sebagai berikut:
  • Tekanan darah mulai naik, sistolik mencapai 100 mmHg
  • denyut jantung stabil
  • Kondisi mental pasien membaik, ekspresi ketakutan berkurang
  • Produksi urin bertambah. Diharapkan produksi urin paling sedikit 100 ml/4 jam atau 30 ml/jam

Syok Septik

  1. Jika infeksi dicurigai menjadi penyebab syok:
  • Ambil sampel secukupnya darah, urin, pus, untuk kultur mikroba sebelum memulai terapi antibiotika, jika fasilitas memungkinkan.
  • Penyebab utama syok septic (70% kasus) ialah bakteri gram negative seperti Esckherisia koli, Klebsiella pnemoniae, Serratia, Enterobakter, dan Psedomonas.
  • Antibiotika harus diperhatikan apabila diduga atau terdapat infeksi, misalnya pada kasusu sepsis, syok septic, cedera intraabdominal, dan perforasi uterus.

Catatan: Jangan diberikan antibiotika melalui mulut pada ibu yang sedang syok

  • untuk kebanyakan kasus dipilih antibiotika berspektrum luas yang efektif terhadap kuman gram negative, gram postif, anerobik, dan klamidia. Antibiotika harus diberikan dalam bentuk kombinasi agar diperoleh cakupan yang luas,
  • Berikan kombinasi antibiotika untuk mengobati infeksi aerob dan anaerob dan teruskan sampai ibu tersebt bebas demam selama 48 jam.

–        Penisillin g 2 juta unit ata ampisilin 2 g I. V setiap 6 jam

–        Ditambah gentamisin 5 mg/kg BB I.V setiap 24 jam

–        Ditambah metronidazol 500 mg I. V. setiap 8 jam

  • Nila ulang keadaan ibu tersebut untuk menilai adanya tanda-tanda perbaikan
  1. jika trauma dicurigai sebagai penyabab syok, lakukan prasiapan untuk tindakan pembedahan.
  2. Perubahan kondisi sepsis sulit diperkirakan, dalam waktu singkat dapat memburuk
  3. Tanda-tanda bahwa kondisi pasin sudah stabil atau ada perbaikan adalah
  • Tekanan darah mulai naik, sistolik mencapai 100 mmhg
  • Denyut jantung stabil
  • Kondisi maternal membaik, ekspresi ketakutan berkurang
  • Produki urin bertambah.Diharapka produksi urin paling sedikit 100 ml/4 jam atau 30 ml/jam

PENILAIAN ULANG

  1. Nilai ulang respon ibu tehadap pemeriksaan varian dalam waktu 30 mneit untuk menentukkan apakah kondisinya membaik. Tanda-tanda perbaikkan meliputi:
  • nadi yang stabil (90 menit atau kurang)
  • Peningkatan tekanan darah (sistolik 00 mmHg atau lebih)
  • Perbaikan tatus mental (brkurangnya kebingungan dan kegelisahan)
  • meningkatnya jumlah urin (30 ml pr jam atau lebih)
  1. Jika kondisi ibu tersebut membaik
  • Sesuaikan kecepatan infuse menajdai 1 liter dalam 6 jam
  • Teruskan penatalaksanaan untuk penyebab syok
  1. Jika kondisi ibu tersebut tidak membaik, berarti ia membutuhkan penanganan selanjutnya.

SUMBER:

Saifudin, Abdul Bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Peawirohardjo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s