Mastitis dan Abses pada Payudara

Mastitis

            Mastitis adalah inflamasi yang ditandai satu atau lebih segmen payudara yang tampak panas, merah, dan meradang. Ibu mengalami peningkatan suhu dan perasaan malaise. Inflamasi mungkin infektif atau noninfektif. Mastitis noninfektif dapat terjadi akibat dukutus yang tersumbat, menyebabkan reabsorpsi air susu dari duktus ke dalam ruang interstisial dalam jaringan payudara dan respons inflamasi selanjutnya. Mastitis infektif disebabkan oleh fisura puting atau trauma lain yang menyebabkan jalan masuk agen infektif ke dalam payudara. Agen infektif yang umum adalah Staphylococcus aureus meskipun candida albicans, Escherichia coli, Enterobacteriaceae, dan Mycobacterium tuberculosis (jarang) dikultur dari payudara yang mengalami infeksi. Mastitis bilateral simultan jarang terjadi dan disebabkan oleh infeksi Streptococcus. Karena sulit untuk membedakan antara mastitis infektif dan noninfektif, penanganan khusus meliputi pemberian antibiotik dikloksasilim atau kloksasilin dalam dosis 500 mg empat kali sehari selama 10-14 hari. Penanganan dengan antibiotik penting untuk dijalani sampai selesai karena mastitis telah dinyatakan terjadi kembali apabila penanganan tidak tuntas. Memastikan drainasie yang adekuat pada payudara yang terkena merupakan hal yang penting untuk pemecahan masalah ini, dan diselesaikan dengan menyusui yang kontinyu. Bantu ibu untuk memeperbaiki cakupan mulut bayi pada puting dan aerola dan perlekatan bayi pada payudara. Ibu mungkin perlu menghentikan aktivitas lain selama beberapa hari untuk berfokus pada menyusui, istirirahat dan perawatan diri. Pengobatan antinflamasi, seperti ibuprofen (Mortin, Avil, dll) juga dapat bermanfaat. Faktor yang diperkirakan menjadi penyebab mastitis seperti pembesaran, pemberian makan yang terburu-buru, penggunaan pelindung puting, masalah dalam posisi dan perlekatan bayi pada payudara, BH yang ketat, dan nyeri puting. Klinisi menyatakan bahwa mastitis cenderung terjadi pada wanita penderita anemia, mungkin karena penurunan respon imun. Perubahan yang tiba-tiba dalam frekuensi pemberian makan, seperti penundaan atau melewatkan pemberian makan dengan susu “penunjang” cukup untuk memicu mastitis pada beberapa wanita.

Abses Payudara

            Abses adalah penggumpalan pus terlokalisasi di payudara, dibentuk oleh segalami disintegrasi dan dikelilingi oleh area yang mengalami inflamasi. Mastitis yang tidak ditangani dapat menyebabkan pembentukkan satu atau beberapa abses dalam payudara. Sebagaian besar abses perlu dilakukan insisi pembedahan dan mungkin cairan dialirkan ke luar. Eksudat dari abses sebaiknya dikultur untuk menentukan terapi antibiotik yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s