Pembesaran Payudara

Pembesaran Payudara

Pembesaran payudara adalah kondisi penuh yang berlebihan pada payudara. Payudara yang mengalami pembesaran cenderung panas dan nyeri dengan kulit tegang dan mengkilat. Pada periode postpartum awal, payudara yang membesar tidak hanya penuh oleh air susu, payudara juga terdiri dari darah ekstra dan limfe yang tertarik ke payudara karena perubahan hormon yang mempresipitasi produksi air susu matur. Jadwal menyusui yang dibatasi diperkirakan merupakan determinan utama pembesaran payudara. Untuk mencegah pembesaran payudara atau pembengkakan, ibu harus dianjurkan untuk menyusui bayinya menurut isyarat bayi, dan dengan posisi yang nyaman. Riset yang menelliti modalitas kenyaman untuk terapi pembesaran menemukan bahwa pemulihan terbaik distensi payudara adalah menyusui. Air susu harus dikeringkan agar ibu mendapatkan pemulihan. Jika bayi tidak mampu menyentuh payudara yang sangat bengkak, rendam dengan air hangat, kompres dingin dan atau penekanan air susu dengan tangan secara perlahan harus dilakukan hingga air susu mulai mengalir dan payudara sedikit melunak.

Duktus Tersumbat

            Duktus tersumbat juga disebut juga kongesti payudara merupakan kejadian yang hampir umum pada minggu-minggu pertama menyusui. Sumbatan duktus diperkirakan terjadi akibat hambatan aliran air susu karena tekanan internal dan eksternal (misalnya pembesaran, BH dan pakaian ketat). Ibu harus dianjurkan untuk menyusui secara sering jika bayi lapar, sebagai upaya mengosongkan area yang tersumbat. Banyak klinisi menganjurkan perubahan orientasi posisi bayi sehingga dagu bayi menekan ke segmen payudara yang tersumbat. Ini bertujuan memfokuskan kerja masase lidah pada area yang tersumbat. Payudara tersumbat yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi mastitis. Penting untuk membantu ibu dalam menentukan faktor yang berperan terhadap masalah ini, dan dalam meningkatkan aliran air susu selama menyusui.

Penanganan pada duktus tersumbat:

1)   Gunakan BH yang mendukung

2)   Susui bayi tiap 2 sampai 4 jam meskipun bayi tertidur

3)   Jika aerola mengeras jangan paksakan untu menyusui tetapi berikan kompres air hangat.

4)   Hindari memompa payudara kecuali jika bayi menolak menyusui

5)   Saat bayi menyussui pijat payudara untuk membantu aliran ASI

6)   Untuk mengatasi sakit, kompres dengan air dingin atau makan tablet penghilang sakit (mengandung achetaminophen)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s