Memandikan bayi

 Memandikan Bayi

Sebaiknya memandikan bayi ditunda sedikitnya dalam 6 jam setelah kelahiran bayi. Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama kehidupan dapat mengarah pada kondisi hipotermi dan sangat membahayakan keselamatan bayi. Pada kebanyakan rumah sakit, tubuh bayi dibersihkan setiap hari. Tubuh bayi dibersihkan dengn menggunakan bak mandi bayi (bukan dengan menggunakan spons atau handuk kecil untuk membersihkan bayi pada boks bayi). Setelah mengamati cara memandikan bayi, ibu harus didorong untuk melakukan sendiri dan jika perlu bisa dibantu agar ibu mendapatkan kepercayaan diri sebelum dari rumah sakit bersama bayinya dengan bantuan sedikitnya satu kali. Bagi orang tua yang belum terbiasa dalam memandikan bayinya, pekerjaan ini mungkin dilakukan dengan lambat sehingga kita perlu menekankan pentingnya untuk menyiapkan segala perlengkapan terlebih dahulu sebelum bayi ditelanjangi agar bayi tidak sampai menggigil kedinginan (farrer, 1999,hlm.184).

Kulit bayi baru lahir sangat rentan untuk mengering. Selain menyebabkan ketidaknyamanan, mandi berlebihan dapat menyebabkan dermatitis popok dan memperburuk cradle cap. Selama 24 sampai 48 jam pertama penggunaan energi diperlukan oleh bayi baru lahir untuk mempertahankan suhu selama dan setelah mandi harus dipertimbangkan keuntungan mandi. Keuntungan potensial mandi adalah mencegah penyebaran infeksi dari bayi keorang lain dengan menghilangkan cairan dan sekresi tubuh. Kewaspadaan standar harus dipraktekkan ketika memegang bayi yang masih basah dari lahir dan sebelum mandi pertama, serta ketika memegang cairan tubuh bayi (Walsh,2007,hlm.377).

Memadnikan dengan cara yang rumit tidak diperlukan. Bak mandi plastik, ruangan harus bebas dari sampiransampiran dan bayi dilindungi dari jatuh. Semua peralatan mandi dan pakaian bersih harus sudah tersedia sebelum bayi siap dimandikan.

Memandikan dimulai dengan wajah dan kepala, kemudian dada bagian atas, lengan, abdomen, punggung, tungkai dan terakhir bokong. Bila pusat telah puput bayi dapat diletakkan ke dalam bak mandi berisi air hangat. Karena bayi tidak dapat duduk sendiri, tangan yang memandikan harus menyangga bayi agar tidak tenggelam ke dalam air. Untuk menghindari kedinginan, mandikan bayi dengan cepat, kenakan pakaian bayi dengan cepat dan bungkus bayi dengan selimut hangat.

Tidak terdapat waktu yang tepat untuk memandikan bayi, namun demikian, memandikan bayi harus dilakukan sebelum makan ketimbang setelahnya untuk menghindari gerakan yang dapat menyebabkan regurgitasi.

Dalam hal ini ada beberapa langkah atau prosedur tentang cara memandikan bayi. Sebelum memandikan bayi perlu diperhatikan:

a.      Persiapan

1)        Cuci tangan dengan sabun dan air bersih

2)        Siapkan keperluan mandi seperti:

  • Pakaian bersih
  • Popok
  • Handuk dan waslap
  • Sabun
  • Bak mandi berisi air hangat
  • Kasa steril
  • Minyak telon

b.      Prosedur Memandikan Bayi

1)        Mandikan bayi ditempat yang aman, tepat, serta yang memudahkan  bergerak leluasa (tidak perlu membungkuk).

2)        Atur suhu ruangan sedikit hangat, jika mungkin 20oC – 25oC jika tidak ada pengatur suhu ruangan, hangatkan ruangan dengan menempatkan air panas dan membiarkan uapnya memenuhi ruangan tersebut.

3)        Lapisi tempat mandi bayi dengan alas tahan air atau perlak.

4)        Siapkan semua keperluan mandi dan pakaian sebelum baju bayi dilepaskan, seperti sabun, sampo bayi, lap pembasuh, gumpalan kapas steril untuk membersihkan mata, handuk, popok, dan pakian bersih, salep atau krim jika perlu, dan kasa steril untuk tali pusat.

5)        Lepaskan baju bayi secara bertahap.

6)        Mulailah membasuh tubuh bayi dari bagian terbersih hingga yang terkotor.

7)        Mulai bersihkan mata, hidung dan telinga dengan menggunakan kapas

8)        Cuci wajah dan kepala. Membersihkan kepala bayi. Gunakan sabun dan sampo bayi, lalu basuh dengan bersih. Sebelum membersihkan bagian lain, keringkan kepala bayi dengan handuk.

9)        Bersihkan dengan sabun tubuh bagian depan (dada, abdomen dan punggung, kemudian seluruh bagian tubuh.

10)    Berisihkan sampai lipatan kulit

11)    Masukan atau bilas dengan air, masukkan bayi ke dalam bak mandi dan tahan punggung serta kepala dengan lengan petugas sementara lengan lain menahan pantatnya, tidak perlu menghilangkan verniks.

12)    Setelah selesai, angkat dengan hati-hati dan keringkan seluruh tubuh dengan handuk.

13)    Beri bedak daerah leher, ketiak, paha dan pantat.

14)    Tempatkan bayi di atas alas dan popok yang hangat dan kering kemudian lakukan perawatan tali pusat

15)    Kenakan popok dengan pas dan tidak terlalu ketat

16)    Yakinkan ujung dan popok berada di bawah tali pusat

17)    Gunakan celana dan pakaian yang bersih dan kering

18)    Bungkus dengan selimut bersih

19)    Cuci tangan

Dalam hal memandikan bayi keamanan dan keselamatan bayi perlu diperhatikan. Pada saat memasukkan air kebaskom mandi, awali dengan air dingin agar bagian bawah bak tidak terlalu panas. Hal ini juga mengurangi resiko luka bakar pada anak lainnya yang ingin bermain dengan air pada saat bak tersebut diisi. Bayi tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan dan harus selalu dipegang dengan baik agar kepala selalu berada diatas permukaan air. Pada saat akan menempatkan bayi di dalam baskom mandi, sanggah kepala dan leher bayi dengan lengan bawah dan pergelangan tangan nondominan, kemudin lingkarkan ibu jari dan telunjuk di bagian atas lengan bayi. Tangan yang dominan memegang pergelang kaki untuk mengangkat bayi pada saat masuk dan keluar bak. Dudukkan bayi dengan tegak untuk membasuh punggung, topang kepala bayi dengan pergelangan tangan atau lengan bawah dari tangan dominan, kemudian kembalikan keposisi semula dengan hati-hati(Jonhson & Taylor, 2004, hlm.109).

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s