Tromboflebitis

A.     Tromboflebitis
1.    Pengertian

Thrombosis yaitu adanya pembentukan bekuan darah (Kamus Kedokteran, 2002). Thrombus adalah bekuan darah dalam lumen pembuluh darah (Kamus Kedokteran, 2002).

          Faktor-faktor yang mempengaruhi thrombosis meliputi stasis (perlambatan aliran darah), luka pada dinding pembuluh darah (iritasi local, infeksi) dan perubahan fisika atau kimia pada konsistensi darah.

2.    Jenis trombosis

Ada 2 tipe thrombosis yaitu :

1)  Thrombosis superficial (sering terjadi)

Ini dikenal dengan Tromboflebitis yaitu sebuah kondisi adanya thrombus, thrombus ini dibentuk dalam pembuluh darah vena, dengan inflamasi pada dinding vena sebagai infeksi primer.

Jenis-jenis dan patofisiologi dari thromboflebitis :

  • Pelviotromboflebitis

Pelviotromboflebitis mengenai vena-vena dinding uterus dan ligamentum latum, yaitu vena ovarika, vena uterina dan vena hipogastrika. Vena yang paling sering terkena ialah vena ovarika dekstra karena infeksi pada tempat implantasi plasenta terletak di bagian atas uterus; proses biasanya unilateral. Perluasan infeksi dari vena ovarika sinistra ialah ke vena renalis, sedangkan perluasan infeksi dari vena ovarika dekstra ialah ke vena kava inferior. Peritoneum, yang menutupi vena ovarika dekstra, mengalami inflamasi dan akan menyebabkan perisalpingo-ooforitis dan periapendisitis.

  • Tromboflebitis femoralis

Trombofelbitis femoralis mengenai vena-vena pada tungkai, misalnya vena femoralis, vena poplitea dan vena safena. Sering terjadi pada hari ke 10 pascapartum (Adul Bari Saifudin dkk,2002).

2)  Thrombosis vena profunda (jarang terjadi)

Thrombosis vena profunda adalah sebuah kondisi yang lebih serius yaitu adanya obstruksi pada vena oleh bekuan darah tanpa didahului inflamasi pada dindingnya. Kondisi ini merupakan kerusakan minor awal pada pembuluh-pembuluh dan diperburuk oleh sirkulasi statis dan sepsis. Ini dikenal sebagai Phelothrombosis.

        Thrombosis paru-paru dapat terjadi sebagai hasil dari keseluruhan atau bagian karena sebuah bekuan besar masuk dalam system kardiovaskular dan menjadi obstruksi dalam sirkulasi paru-paru. Ini akan menyebabkan nyeri dada, dispneu dan syok.

3.     Faktor Predisposisi

1)  Faktor obstetrik

  • Hormone progesterone yang menyebabkan relaksasi otot-otot halus (dapat meningkatkan kapasitas vena, stasis)
  • Semua  penyebab yang dapat meningkaktkan sirkulasi volume darah.
  • Penekanan pada vena cava inferior dan pembuluh-pembuluh vena kecil iliaka oleh uterus saat hamil.
  • Multiparitas
  • Kerusakan local pada pembuluh-pembuluh kecil di panggul selama pemisahan plasenta
  • Sectio Cesarean.
  • Infeksi

2)  Faktor genetik

  • Mutasi pada faktor V genetik
  • Defisiensi kelainan kongenital pada inhibitor koagulasi normal (antithrombin III, protein C dan protein S)
  • Peningkatan pada faktor VIII
  • Riwayat keluarga dengan tromboemboli

3)  Perilaku yang beresiko atau riwayat pribadi

  • Riwayat pribadi dengan thromboemboli
  • Obesitas
  • Hamil di usia lebih dari 35 tahun
  • Hipertensi
  • Merokok
  • Bed rest dalam waktu lama

 

4. Tanda Dan Gejala

1)  Thrombosis superficial (thromboflebitis)

  1. Pelviotrmboflebitis
  • Nyeri, yang terdapat pada perut bagian bawah dan/atau perut bagian samping, timbul pada hari ke 2 – 3 masa nifas dengan atau tanpa panas.
  • Penderita tampak sakit berat dengan gambaran karakteristik sebagai berikut:
  • Menggigil berulang kali. Menggigil inisial terjadi sangat berat (30 – 40 menit) dengan interval hanya beberapa jam saja dan kadang-kadang 3 hari. Pada waktu menggigil penderita hampir tidak panas.
  • Suhu badan naik turun secara tajam (36°C menjadi 40°C), yang diikuti dengan  penurunan suhu dalam 1 jam (biasanya subfebris seperti pada endometritis).
  • Penyakit dapat berlangsung selama 1 – 3 bulan.
  • Cenderung berbentuk pus, yang menjalar ke mana-mana, terutama ke paru-paru.
  • Gambaran darah:
    • Terdapat leukositosis (meskipun setelah endotoksin menyebar ke sirkulasi, dapat segera terjadi leukopenia).
    • Untuk membuat kultur darah, darah diambil pada saat yang tepat sebelum mulainya menggigil. Meskipun bakteri ditemukan di dalam darah selama menggigil, kultur darah sangat sukar dibuat karena bakterinya adalah anaerob.
      • Pada periksa dalam hampir tidak diketemukan apa-apa karena yang paling banyak terkena ialah vena ovarika yang sukar dicapai pada pemeriksaan

Komplikasi :

  • Komplikasi pada paru-paru: infark, abses, pneumonia,
  • Komplikasi pada ginjal sinistra, nyeri mendadak, yang diikuti dengan proteinuria dan hematuria
  • Komplikasi pada persendian, mara dan jaringan subkutan.

2. Thromboflebitis femoralis

  • Keadaan umum tetap baik, suhu badan subfebris selama 7 – 10 hari, kemudian suhu mendadak naik kira-kira pada hari ke 10 – 20, yang disertai dengan menggigil dan nyeri sekali.
  • Pada salah satu kaki yang terkena biasanya kaki kiri, akan memberikan tanda-tanda sebagai berikut:
  • Kaki sedikit dalam keadaan fleksi dan rotasi ke luar serta sukar bergerak, lebih panas dibanding dengan kaki lainnya.
  • Seluruh bagian dari salah satu vena pada kaki terasa tegang dan keras pada paha bagian atas.
  • Nyeri hebat pada lipat paha dan daerah paha.
  • Reflektorik akan terjadi spasmus arteria sehingga kaki menjadi bengkak, tegang, putih, nyeri dan dingin, pulsasi menurun.
  • Edema kadang-kadang terjadi sebelum atau setelah nyeri dan pada umumnya terdapat pada paha bagian atas, tetapi lebih sering dimulai dari jari-jari kaki dan pergelangan kaki, kemudian meluas dari bawah ke atas.
  • Nyeri pada betis, yang akan terjadi spontan atau dengan memijit betis atau dengan meregangkan tendon akhiles (tanda Homan).

 

2)  Thrombosis vena profunda

  • Sebagian besar pasien tanpa gejala
  • Mungkin mengeluh nyeri yang menjalar, nyeri tekan, bengkak, kemerahan ( pembengkakannya biasanya sepihak dan  dengan onset yang cepat)
  • Mungkin adanya nyeri di panggul atas
  • Takikardi ringan
  • Demam
  • Tanda Homan positif  dengan nyeri hebat.

 

3) Thromboemboli paru

  • Nyeri dada, sesak, dispneu, batuk
  • Mungkin dapat terjadi batuk darah
  • Nyeri abdomen (dari iritasi diafragma)
  • Merasa gelisah

Sumber:

L., Winifred, dkk. 2001. Ambulatori Obstetrics third edition. San Fransisco: UCSF Nursing Press.

www.scribd.com

Prawirihardjo, Sarwono.2009. Ilmu Kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

T. Laksman, Hendra. 2003. Kamus Kedokteran. Jakarta: Djambatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s