Kehamilan Tidak Diinginkan

Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) adalah suatu kehamilan yang karena suatu sebab, maka keberadaannya tidak diinginkan oleh salah satu atau kedua calon orang tua bayi tersebut. KTD disebabkan oleh faktor kurangnya pengetahuan yang lengkap dan benar mengenai proses terjadinya kehamilan dan metode pencegahan kehamilan akibat terjadinya tindak perkosaan dan kegagalan alat kontrasepsi.

Penyebab Kehamilan Tidak Diinginkan

                Idealnya, kehamilan terjadi karena memang diharapkan oleh pasangan. Pada kenyataanya, kehamilan dapat terjadi diluar rencana dan harapan perempuan, diantaranya terjadi karena :

  • Ibu yang menderita penyakit tertentu
  • Bayi diduga akan lahir cacat
  • Indikasi psikologis, seperti depresi berat, ada konflik batin atau ketakutan
  • Kehamilan Usia Dini

     Kehamilan pada usia dini, di bawah 19 tahun tentu saja berisiko. Remaja yang hamil, apalagi bila kehamilan tersebut tidak diinginkan, secara psikologis belum matang, berakibat perawatan diri dan kehamilan tidak optimal.  Kehamilan remaja meningkatkan risiko lahir mati, kelahiran kurang bulan (premature), bayi berat lahir rendah, risiko keracunan kehamilan (preeklamsia) 50% lebih tinggi, dan yang pasti mengurangi kesempatan si ibu mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.

     Kehamilan usia dini, selain berakibat kurang baik bagi tubuh, juga berakibat hilangnya kesempatan untuk mendapat pendidikan formal. Padahal, pendidikan formal yang baik merupakan salah satu syarat (meskipun tidak harus) agar dapat bersaing di masa depan. Alangkah baiknya jika sekolah-sekolah tetap mau menerima siswa yang hamil, atau minimalnya memberikan cuti, bukannya mengeluarkan. Alangkah malangnya siswa yang hamil/menghamili, yang telah mengalami berbagai masalah yang berat, harus diperberat masalahnya dengan ‘ditutup’ masa depannya melalui pengeluaran siswa oleh pihak sekolah.

     Begitu besarnya kasus kehamilan di luar nikah dikalangan remaja, yang tidak saja merugikan remaja itu sendiri tapi juga masyarakat karena kehilangan remaja-remaja potensialnya.

Disamping itu terdapat beberapa resiko medis akibat dari kehamilan pada usia dini, diantaranya :

  1. Rahim (uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 th, karena baru pada usia ini fungsi hormonal melewati masa kerjanya yang maksimal.
  2. Sistem hormonal belum stabil maka terjadi ketidakteraturnya menstruasi hal yang sama terjadi bila remaja tersebut tersebut mengalami kehamilan ketidakteraturan tersebut membuat kehamilan menjadi tidak stabil, mudah terjadi perdarahan, terjadilah abortus atau kematian janin.
  3. Terlalu dininya usia kehamilan dan persalinan memperpanjang kehamilan rentang reproduksi aktif. Hal ini akan meningkatkan resiko timbulnya kanker leher rahim dikemudian hari.
  4. Lebih cenderung mengakibatkan anemia.
  5. Kehamilan remaja, pada usia 16 tahun jarang menghasilkan bayi yang sehat.
  6. Remaja yang hamil lebih sering keracunan kehamilan seperti mual muntah yang hebat, TD tinggi, kejang-kejang bahkan kematian.
  • Korban perkosaan atau incest

     Perkosaan merupakan peristiwa yang traumatis dan meninggalkan aib pada perempuan yang di perkosa. Dampak psikologis dari perkosaan ini cukup dalam dan akan menetap seumur hidup perempuan itu. Paham tentang kesucian perempuan akan membuat  perempuan dan keluarganya mengalami stigma dari masyarakat sekitarnya. Perempuan korban perkosaan akan di cap “Tidak suci” lagi sehingga mungkin akan sulit memperoleh jodohnya, sementara laki-laki yang memperkosanya tidak banyak mengalami kutukan sosial seperti itu.

     Jika perkosan juga mengakibatkan kehamilan, aib itu tidak hanya akan di alami oleh si korban saja teapi juga seluruh keluarganya. Seandainya kehamilan itu diteruskan, maka anak yang dilahirkan kelak yang akan mengalami tekanan sosial baik dari keluarga orangtuanya sendiri maupun masyarakat sekitarnya, bahkan ibunya sendiri mungkin akan meliha anak itu sebagai penjelmaan laki-laki yang memerkosanya dan selalu akan mengingatkannya kepada laki-laki itu, atau mungkon juga menjadi sasaran balas dendam yang sebenarnya ia tujukan kepada laki-laki yang memperkosanya.

  • Kehamilan diluar nikah

     Menurut para ahli, alasan seorang remaja melakukan hubungan seks diluar nikah ini terbagi dalam beberapa faktor sebagai berikut:

  1. Tekanan yang datang dari teman pergaulannya
  2. Adanya tekanan dari pacarnya
  3. Adanya kebutuhan badaniah
  4. Rasa penasaran
  5. Pelampiasan diri
  6. Kegagalan alat KB

     Kasus kehamilan yang tidak diinginkan juga salah satunya dikarenakan kegagalan alat kontrasepsi. Para pemakai kontrasepsi pada dasarnya belum atau tidak ingin hamil lagi, sehingga dapat dikatakan bahwa kegagalan kontrasepsi mengakibatkan kehamilan yang sebenarnya tidak diinginkan. Sebagian dari mereka mungkin ingin untuk meneruskan kehamilannya, sebagian yang lain mungkin memutuskan untuk menggugurkannya. Jumlah kehamilan yang tidak diinginkan akan lebih besar lagi, jika di tambah dengan mereka yang tidak ingin hamil lagi tetapi tidak menggunakan kontrasepsi sama sekali.

Dampak yang Timbul

       Unwanted pregnancy selalu berkaitan erat dengan praktek pengguguran kandungan yang tidak aman (unsafe abortion).  Wanita yang tidak menginginkan kehamilan tentu akan berusaha untuk menggugurkan kandungannya. Seribu satu alasan dikemukakan untuk membujuk tenaga medis mau menggugurkan kehamilannya, mulai masih sekolah, belum punya pekerjaan tetap, anak sebelumnya masih kecil, jarak operasi sesar sebelumnya terlalu dekat, sudah banyak anak, usia sudah tua dan lain-lain.

       Lebih sialnya wanita-wanita tersebut kebanyakan harus menghadapi sendiri sakit dan kebingungan. Gadis-gadis hamil stres ditinggal pacarnya yang tidak bertanggung jawab. Ibu-ibu kesal saat disalahkan suaminya kenapa bisa hamil. Padahal, kehamilan tidak mungkin terjadi kalau bukan ‘perbuatan’ kedua belah pihak. Kondisi ini sering menyebabkan kebingungan, bisa berujung putus asa.

       Angka kehamilan yang tidak diinginkan akibat kegagalan KB masih cukup tinggi, dan 30–50% diantaranya menjalani aborsi tidak aman. Kondisi ini turut menyumbang tingginya kematian ibu hamil di Indonesia, yaitu 450 dari 100.000 kelahiran hidup, masih menjadi yang tertinggi di Asia. Pada tahun 2001 PKBI menangani 6000 kasus, 80 persen diantaranya adalah kehamilan tak diinginkan oleh pasangan yang sudah menikah. Ini menandakan KTD sudah menjadi masalah sosial. Apabila fenomena gunung es juga berlaku untuk kasus KTD maka jumlah KTD keseluruhan akan menjadi berlipat. Sangat logis apabila diperkirakan bahwa jumlah aborsi di Indonesia adalah 2,5 juta sampai dengan 3 juta per tahunnya.

       Sekitar 2 juta wanita di Indonesia setiap tahun menjalani aborsi. Dari jumlah tersebut ada sekitar 900 wanita yang melakukan aborsi yang tidak aman. Sementara itu untuk tindakan aborsi di seluruh dunia tercatat 46 juta dengan 20 juta diantaranya merupakan aborsi tidak aman. Aborsi tidak aman ini dilakukan oleh tukang urut, dukun pijat, dukun beranak yang sangat berbahaya karena penolongnya tidak terlatih atau berkompeten, dilakukan di tempat yang tidak higienis, peralatan medis tidak tersedia dan tidak memenuhi standar minimal, serta metode atau prosedur tindakan aborsi yang dilakukan sangat berbahaya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara medis. Akibatnya adalah kematian wanita akan menjadi salah satu risiko yang didapat dari tindakan aborsi tidak aman tersebut.

Penanganan KTD

       Betapapun rumitnya permasalahan unwanted pregnancy dan unsafe abortion, namun bukan berarti melegalkan pengguguran kandungan. Kasus yang sudah terlanjur terjadi diupayakan penyelesaiannya, bukan dengan pengguguran kandungan. Tentu saja menuntut upaya banyak pihak untuk mendukung wanita korban unwanted pregnancy.

       Kalangan yang terkait kebijakan di bidang kesehatan harus menaruh perhatian pada besarnya masalah unwanted pregnancy dengan melakukan upaya nyata untuk menghindari kekerasan seksual terhadap wanita, mengetahui secara komprehensif dan mampu melakukan pengendalian status dan masalah reproduksi di masyarakat.

       Keluarga harus diberi pengertian bahwa ada lembaga-lembaga yang mau menerima dan membantu para wanita (terutama kasus kehamilan remaja) selama mereka hamil dan melahirkan. Bagaimanapun usaha prevensi adalah lebih baik. Peningkatan pemahaman kesehatan reproduksi, pemenuhan hak kesehatan reproduksi bagi para wanita, hak atas kehidupan seksual yang aman, hak untuk mendapatkan informasi dan akses pelayanan kontrasepsi, juga layanan kesehatan baik kehamilan maupun persalinan yang aman.

       Selain itu diperlukan pendidikan seks yang bijak di lingkup keluarga, sekolah, dan masyarakat mutlak diperlukan. Penyebaran pengetahuan dan menggiatkan penggunaan kontrasepsi harus ditanamkan kepada pasangan yang belum menghendaki kehamilan.

       Upaya konseling yang bermutu dan pembekalan metode serta materi konseling kepada petugas kesehatan dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan agar dapat dipilih sikap yang terbaik bila berhadapan dengan kasus unwanted pregnancy.

Pencegahan KTD

  1. Cara yang paling efektif adalah tidak melakukan hubungan seksual sebelum nikah.
  2. Memanfaatkan waktu luang dengan melakukan kegiatan positif seperti OR, seni dan keagamaan.
  3. Hindari perbuatan-perbuatan yang akan menumbulkan dorongan seksual, seperti meraba-raba tubuh pasangannya dan menonton video porno.
  4. Memperoleh informasi tentang manfaat dan penggunaan alat-alat kontrasepsi.
  5. Mendapatkan keterangan tentang kegagalan alat kontrasepsi dan cara penggunaanya.
  6. Untuk pasangan remaja yang sudah menikah sebaiknya memakai cara KB yang kegagalannya rendah seperti sterilisasi, susuk KB, IUD, Suntikan.

Sumber:

Dianawati, Ajen. 2003. Pendidikan Seks untuk Remaja. Jakarta : Kawan Pustaka

Mohamad, Dr. Kartono. 1998. Kontraindikasi dalam Kesehatan Reproduksi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

Widyantoro, Ninuk. 2009. Memahami Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta : Yayasan Pendidikan Kesehatan Perempuan

http://smartpsikologi.blogspot.com/2007/08/kehamilan-tak-diinginkan.html

http://pkbi.or.id/index.php?option=com_frontpage&Itemid=1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s