KONTRASEPSI ORAL PIL

Pil Kombinasi

Saat ini lebih dari 60 juta jiwa wanita di seluruh dunia menggunakan kontrasepsi oral. Di banyak Negara, pil adalah bentuk kontrasepsi reversible yang terpopuler selama dua decade terakhir. Di Negara maju, pengguna pil telah mencapai kira-kira 24 juta wanita menikah, atau 14% dari wanita menikah dengan usia produktif. Di Negara berkembang lebih dari 38 juta wanita saat ini menggunakan pil, atau kira-kira 6% dari wanita usia produktif. Di Indonesia, 15% wanita yang berstatus menikah menggunakan pil KB.

Pil kombinasi adalah tablet-tablet kecil yang berisi 2 jenis hormone sintetik: estrogen dan progestin, hal ini serupa dengan hormon-hormon yang secara alamiah terdapat di dalam tubuh. Pil ini mencegah kehamilan dengan menekan ovulasi, mencegah implantasi dan dengan cara mengentalkan lender serviks sehingga hanya sedikit sperma yang dapat melaluinya.

Biasanya kemasan pil kombinasi terdiri dari 28 tablet, dimana 7 tablet diantaranya adalah placebo yang artinya tidak berisi hormone. Sebagai gantinya pil tersebut berisi zat besi atau suatu zat inert. Fungsi ke-7 pil tersebut adalah membantu klien untuk membiasakan diri minum pil setiap hari.

  • Pil adalah metode kontrasepsi yang mengandung hormone steroid yakni estrogen dan progesterone sintetis.
  • Biasanya terdiri dari 28 tablet, 7 dari pil-pil tersebut bersifat placebo dan pil yang lain mengandung hormon steroid.
  • Mekanisme kerja melalui :

   a. Penekanan ovulasi dengan cara penekanan perkembangan folikel

   b. Adanya progesterone menyebabkan pengentalan lender serviks.

   c. Mencegah implantasi.

  • Efektifitas

Jika menggunakannya benar maka efektifitas pil mencapai 99,9%

  • Efek Samping

Dalam 3 siklus pemakaian pertama dapat terjadi:

  1. Mual
  2. Rasa tidak enak di payudara
  3. Pusing
  4. Sakit kepala
  5. Penambahan berat badan
  6. Jerawat
  • Keuntungan
  1. Efektifitas tinggi
  2. Risiko terhadap kesehatan rendah
  3. Tidak memerlukan pemeriksaan dalam untuk memulai penggunaannya.
  4. Tidak mengganggu hubungan seksual
  5. Mudah digunakan
  • Kerugian
  1. Memerlukan motivasi pemakai.
  2. Tidak mencegah penyakit menular seksual (PMS)
  3. Beberapa efek samping yang jarang terjadi: Amenorea mual, rasa tidak enak di paayudara, sakit kepala, mengurangi air susu ibu (ASI), menambah berat badan, pusing, perubahan “mood”.
  • Manfaat Kesehatan
  1. Darah haid lebih sedikit
  2. Mengurangi sindroma prahaid
  3. Dapat mengurangi nyeri haid
  4. Menurunkan kemungkinan beberapa penyakit keganasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s