Hipertensi

Hipertensi didefinisikan sebagai suatu peningkatan abnormal tekanan arteri secara nyata (Brashers, 2006). Tujuan pengontrolan darah adalah untuk memberikan adanya aliran darah yang konstan pada organ-organ vital. Tanpa aliran darah yang konstan ini, kehidupan akan selalu terancam. Lebih lanjut, peningkatan tekanan darah/hipertensi secara terus menerus akan menyebabkan efek-efek pengrusakan pada jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Hipertensi ini merupakan salah satu faktor yang ikut berperan dalam terjadinya disabilitas dini (Mattson Porth, 2004).

Pengukuran tekanan darah

Pengukuran tekanan darah menggunakan alat yang disebut spignomanometer. Lengan atas dibalut dengan selembar kantong karet yang dapat digelembungkan, yang tebungkus dalam ebuah manset dan yang digandengkan dengan sebuah pompa dan manometer. Dengan memompa maka tekanan dalam kantong karet cepat naik sampai 200 mmHg yang cukup untuk menjepit sama sekali arteri brakhial, sehingga tidak ada darah yang dapat lewat, dan denyut nadi pergelangan menghilang. Kemudian tekanan diturunkan sampai suatu titik dimana denyut dapat dirasakan atau lebih tepat jika dengan menggunakan stetoskop denyut arteri brakhialispada lekukan siku dengan jelas dapat didengar. Pada titik tekanan ini tekanan yang tampak pada kolom air raksa dalam manometer dianggap tekanan sistolik. Kemudian tekanan di atas arteri brakhialis perlahan dikurangi sampai bunti jantung atau pukulan denyut arteri dengan jelas dapat didengar atau dirasakan. Dan titik dimana bunyi ulai menghilang umumnya dianggap tekanan diastolik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s